Jenis Baja Struktural : TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BAJA

 Baja yang digunakan dalam konstruksi memiliki berbagai bentuk yang dipengaruhi oleh cara pembentukannya. Baja ini biasanya dibentuk melalui dua proses utama: hot-rolling (penggilingan dengan pemanasan) dan cold-forming (pembentukan dengan pendinginan).

TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BAJA

A. Sifat Baja sebagai Material Struktur Bangunan  

B. Jenis Baja Struktural

*Hot-Rolling (Penggilingan dengan Pemanasan): Proses hot-rolling melibatkan baja yang dipanaskan hingga membara dan kemudian digulung menjadi bentuk yang diinginkan. Awalnya, bongkahan baja yang merah menyala digulung di antara penggiling besar. Penampang melintang awal dari bongkahan baja ini biasanya cukup besar, tetapi melalui proses penggilingan, ukuran penampang melintangnya berkurang dan menjadi bentuk yang sesuai. Penampang melintang seperti I dan H digunakan untuk elemen-elemen besar seperti balok dan kolom dalam struktur bangunan. Ada juga bentuk seperti kanal dan siku yang cocok untuk elemen-elemen kecil seperti bagian-bagian penyangga sekunder dan komponen sub-rame.

*Cold-Forming (Pembentukan dengan Pendinginan): Proses cold-forming melibatkan lembaran baja tipis yang dibengkokkan atau dilipat dalam keadaan dingin untuk membentuk penampang melintang struktur. Elemen-elemen yang dihasilkan dari proses ini memiliki karakteristik serupa dengan penampang yang dibentuk melalui hot-rolling. Namun, ketebalan logamnya lebih tipis, sehingga elemen-elemen ini lebih ringan dan memiliki kapasitas muat beban yang lebih rendah. Proses cold-forming memungkinkan pembuatan bentuk penampang yang rumit dan sesuai dengan kebutuhan tertentu.

Selain dua proses utama ini, ada juga metode pencetakan yang digunakan untuk membuat komponen-komponen baja yang kompleks. Namun, metode ini lebih sulit untuk menjamin kualitas cetakan yang konsisten.

Pemilihan bentuk penampang tergantung pada konfigurasi struktur dan beban yang akan ditanggungnya. Ada berbagai jenis profil baja yang standar, seperti profil sayap lebar, balok I, kanal, siku, profil T struktural, pipa, dan boks struktural. Setiap jenis memiliki karakteristik dan kegunaannya sendiri dalam konstruksi.

Baja profil dingin dibuat dengan membelah bahan plat tipis dalam keadaan dingin dan memiliki berbagai keuntungan, termasuk bobot yang lebih ringan, kekuatan tinggi, kemudahan produksi, dan efisiensi dalam pengangkutan.

Dalam perencanaan struktur baja, pemilihan bentuk penampang yang tepat sangat penting untuk memastikan kekuatan, stabilitas, dan efisiensi konstruksi yang baik.


Standar Nasional Indonesia 

Menurut SNI 03 – 1729 – 2002 tentang TATA CARA PERENCANAAN 

STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG, semua baja struktural 

sebelum difabrikasi, harus memenuhi ketentuan berikut ini: 

− SK SNI S-05-1989-F: Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B (Bahan Bangunan dari Besi/baja); 

− SNI 07-0052-1987: Baja Kanal Bertepi Bulat Canai Panas, Mutu dan Cara Uji; 

− SNI 07-0068-1987: Pipa Baja Karbon untuk Konstruksi Umum, Mutu dan Cara Uji; 

− SNI 07-0138-1987: Baja Kanal C Ringan; 

− SNI 07-0329-1989: Baja Bentuk I Bertepi Bulat Canai Panas, Mutu dan Cara Uji; 

− SNI 07-0358-1989-A: Baja, Peraturan Umum Pemeriksaan; 

− SNI 07-0722-1989: Baja Canai Panas untuk Konstruksi Umum; 

− SNI 07-0950-1989: Pipa dan Pelat Baja Bergelombang Lapis Seng; 

− SNI 07-2054-1990: Baja Siku Sama Kaki Bertepi Bulat Canai Panas, Mutu dan Cara Uji; 

− SNI 07-2610-1992: Baja Profil H Hasil Pengelasan dengan Filter untuk Konstruksi Umum; 

− SNI 07-3014-1992: Baja untuk Keperluan Rekayasa Umum; 

− SNI 07-3015-1992: Baja Canai Panas untuk Konstruksi dengan Pengelasan; 

− SNI 03-1726-1989: Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung.


Selengkapnya mengenai Teknik Struktur Bangunan

Hitung Harga Besi Beton (Program)


Hitung Harga WIREMESH (Program)

Info



Berita/Artikel Tambahan

Anda bisa membukanya disini, atau bisa juga menghubungi kami.

Jayasteel