Produk Rekanan Distributor: Betoneser, Siku, Pipa, Bata Ringan, Baja Ringan, Wiremesh, Pagar BRC, Kawat Bendrat, Besi Beton Ulir, Nako, Plat ...

Konstruksi Sambungan Baut dalam Konstruksi Kayu

 

 TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI KAYU 

 

 

Konstruksi Sambungan Baut dalam Konstruksi Kayu

Di pasaran terdapat berbagai macam baut dengan dimater dan panjang sesuai kebutuhan kayu. Untuk pemasangan harus menggunakan plat ring (washer) agar saat baut di kencangkan, tak merusak kayu.

Gambar Model baut yang ada di pasaran
Sumber: Forest Products Laboratory USDA, 1999
 

Hampir sama dengan sambungan gigi, sambungan baut tergantung desak baut pada kayu, geser baut atau kayu. Desak baut sangat dipengaruhi oleh panjang kayu tersambung dan panjang baut. Dengan panjangnya, maka terjadi lenturan baut yang menyebabkan desakan batang baut pada kayu tidak merata. Berdasarkan NI-5 PKKI (1961) gaya per baut pada kelas kayu tersambung dapat dihitung rumus sebagai berikut :

Kayu kelas I
:
Sambungan tampang 1 untuk 位b = bmin / d = 4.8
S = 50 d b1 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 240 d2 (1 – 0.35 Sin 伪)
Sambungan tampang 2 untuk 位b = bmin / d = 3.8
S = 125 d b3 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 250 d b1 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 480 d2  (1 – 0.35 Sin 伪)

Kayu kelas II:
Sambungan tampang 1 untuk 位b = bmin / d = 5.4
S = 40 d b1 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 215 d2 (1 – 0.35 Sin 伪)
Sambungan tampang 2 untuk 位b = bmin / d = 4.3
S = 100 d b3 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 200 d b1 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 430 d2 (1 – 0.35 Sin 伪)

Gambar Perilaku gaya pada sambungan baut
Sumber: Forest Products Laboratory USDA , 1999

Kayu kelas III:

Sambungan tampang 1 untuk 位b = bmin / d = 6.8
S = 25 d b1 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 170 d2 (1 – 0.35 Sin 伪)
Sambungan tampang 2 untuk 位b = bmin / d = 5.7
S = 60 d b3 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 120 d b1 (1 – 0.6 Sin 伪)
S = 340 d2 (1 – 0.35 Sin 伪)

Dimana :
S = Kekuatan per baut dalam kg
伪 = Sudut arah gaya terhadap arah serat
b1 = Tebal kayu tepi (cm)
b3 = Tebal tengah (cm)
d = Diameter baut (cm)

Masing kelas kayu tersebut di ambil harga terkecil untuk mendapat jumlah baut dalam satu sambungan. Untuk pemasangan baut, disyaratkan pula jarak antar baut dalam satu sambungan. Dengan memperhatikan sketsa ilustrasi sambungan seperti Gambar Syarat jarak minimum peletakan baut pada sambungan, ketentuan jarak baut utama yang sering digunakan dapat dikemukakan sebagai berikut. Ilustrasi secara lengkap diterakan dalam PKKI – NI (1961)

Gambar Syarat jarak minimum peletakan baut pada sambungan
Sumber: Forest Products Laboratory USDA, 1999


• Jarak antar baut searah gaya dan serat = 5 蠁 baut
• Jarak antar baut tegak lurus gaya dan serat = 3 蠁 baut
• Jarak baut denga tepi kayu tegak lurus gaya dan serat = 2 蠁 baut
• Jarak baut dengan ujung kayu searah gaya dan serat = 5 蠁 baut
• Jarak antar baut searah gaya – tegak lurus serat = 3 蠁 baut



Selengkapnya: TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN

Posting Komentar

Divisi Penjualan dari PT Jaya Steel Group [ Melayani Kebutuhan Anda ]
Mitra JayaSteel adalah supplier material konstruksi baja yang melayani kebutuhan proyek skala kecil hingga besar di seluruh Indonesia. Kami menyediakan berbagai produk berkualitas seperti besi beton, wiremesh, baja ringan, pipa, hollow, plat baja, dan material konstruksi lainnya dengan standar SNI, harga yang kompetitif, serta layanan yang cepat dan profesional. Didukung jaringan distribusi yang luas dan tim berpengalaman, kami siap menjadi mitra terpercaya bagi kontraktor, developer, distributor, instansi, maupun pelaku industri dalam mewujudkan proyek yang lebih efisien, tepat waktu, dan berkualitas.