Persyaratan kekuatan beton bertulang untuk perancangan struktur

  Sifat dan Karakteristik Beton sebagai Material Bangunan 
  Material Penyusun Beton Bertulang 
  Konstruksi dan Detail Beton Bertulang

 Aplikasi Konstruksi Beton Bertulang

Persyaratan kekuatan beton bertulang untuk perancangan struktur

Kekuatan beton bertulang untuk struktur harus memenuhi persyaratan:
Untuk beton : f ’c = kuat tekan beton yang disyaratkan (Mpa atau kg/cm2)
Untuk baja : fy = tegangan leleh yang disyaratkan (Mpa atau kg/cm2)

Tabel Kuat tekan beton memberikan nilai f ’c untuk berbagai mutu beton, dan tabel Tegangan leleh baja adalah nilai fy untuk berbagai mutu baja.

Tabel Kuat tekan beton

Sumber: Sagel dkk, 1994



Mutu beton f ’c (Mpa) f ’c (kg/cm2)
15 15 150 20 20 200 25 25 250 30 30 300 35 35 350


Tabel Tegangan leleh baja

Sumber: Sagel dkk, 1994




Mutu baja fy (Mpa) fy (kg/cm2) 240 240 2400 400 400 4000


a) Lendutan

Suatu struktur beton disyaratkan memiliki kekakuan yang cukup tegar, sehingga dapat menahan deformasi akibat lendutan tanpa menimbulkan kerusakan atau gangguan. Struktur yang mengalami lendutan yang besar dapat mengakibatkan dinding-dinding yang didukungnya menjadi retak, atau terjadi getaran pada saat orang berjalan diatas lantai.

Ketinggian suatu penampang merupakan hal penting yang perlu dipertimbangkan berkaitan dengan momen inersia dan kekakuan. Dalam SNI 03-2847-2002 tercantum tebal minimum yang dipersyaratkan terhadap bentang. Nilai pada tabel Faktor reduksi kekuatan pada struktur beton berlaku untuk struktur yang tidak mendukung serta sulit terdeformasi atau berpengaruh terhadap struktur yang mudah rusak akibat lendutan yang besar.

Tabel Faktor reduksi kekuatan pada struktur beton

Sumber: Sagel dkk, 1994


Kondisi Struktur Faktor reduksi (φ)
Lentur, tanpa beban aksial 0,80
Beban aksial, dan beban aksial dengan lentur (Untuk beban aksial dengan lentur, kedua nilai kuat nominal dari beban aksial dan momen harus dikalikan dengan nilai φ tunggal yang sesuai):

Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur: Komponen struktur dengan tulangan spiral Komponen struktur lainnya

0,80 0,70 0,65 Geser dan torsi 0,75


b) Retak

Retak pada komponen struktur dengan penulangan dapat mengakibatkan korosi pada baja tulangan. Pembentukan karat pada korosi memungkinkan beton disekitar tulangan akan pecah dan lepas. Faktor terpenting yang mengakibatkan retak adalah regangan dalam baja yakni tegangan baja. Pembatasan retak dapat dicapai dengan membatasi tegangan dari baja.

Tabel Lendutan izin maksimum

Sumber: Sagel dkk, 1994

Jenis komponen struktur Lendutan yang diperhitungkan

Batas lendutan

Atap datar yang tidak menahan atau tidak disatukan dengan komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak oleh lendutan yang besar Lendutan seketika akibat beban hidup (L) 􀆐a / 180
Lantai yang tidak menahan atau tidak disatukan dengan komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak oleh lendutan yang besar Lendutan seketika akibat beban hidup (L) 􀆐 /360
Konstruksi atap atau lantai yang menahan atau disatukan dengan komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak oleh lendutan yang besar 􀆐b /480

Konstruksi atap atau lantai yang menahan atau disatukan dengan komponen nonstruktural yang mungkin tidak akan rusak oleh lendutan yang besar.

Bagian dari lendutan total yang terjadi setelah pemasangan komponen nonstruktural (jumlah dari lendutan jangka panjang, akibat semua beban tetap yang bekerja, dan lendutan seketika, akibat pembebanan beban hidup )c 􀆐d /240

a. Batasan ini tidak dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan penggenangan air. Kemungkinan penggenangan air harus diperiksa dengan melakukan perhitungan lendutan, termasuk lendutan tambahan akibat adanya penggenangan air tersebut, dan mempertimbangkan pengaruh jangka panjang dari beban yang selalu bekerja, lawan lendut, toleransi konstruksi dan keandalan sistem drainase.
b. Batas lendutan boleh dilampaui bila langkah pencegahan kerusakan terhadap komponen yang ditumpu atau yang disatukan telah dilakukan.
c. Lendutan jangka panjang harus dihitung berdasarkan ketentuan 11.5(2(5)) atau 11.5(4(2)), tetapi boleh dikurangi dengan nilai lendutan yang terjadi sebelum penambahan komponen non-struktural. Besarnya nilai lendutan ini harus ditentukan berdasarkan data teknis yang dapat diterima berkenaan dengan karakteristik hubungan waktu dan lendutan dari komponen struktur yang serupa dengan komponen struktur yang ditinjau.
d. Tetapi tidak boleh lebih besar dari toleransi yang disediakan untuk komponen nonstruktur. Batasan ini boleh dilampaui bila ada lawan lendut yang disediakan sedemikian hingga lendutan total dikurangi lawan lendut tidak melebihi batas lendutan yang ada
.


c) Panjang bentang

Panjang bentang komponen struktur ditentukan menurut ketentuan-ketentuan berikut:
− Panjang bentang dari komponen struktur yang tidak menyatu dengan struktur pendukung dihitung sebagai bentang bersih ditambah dengan tinggi dari komponen struktur. Besarnya bentang tersebut tidak perlu melebihi jarak pusat ke pusat dari komponen struktur pendukung yang ada.
− Dalam analisis untuk menentukan momen pada rangka atau struktur menerus, panjang bentang harus diambil sebesar jarak pusat ke pusat komponen struktur pendukung.
− Untuk balok yang menyatu dengan komponen struktur pendukung, momen pada bidang muka tumpuan dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan penampang.
− Plat atau plat berusuk, yang bentang bersihnya tidak lebih dari 3 m dan yang dibuat menyatu dengan komponen struktur pendukung dapat dianalisis sebagai plat menerus di atas banyak tumpuan dengan jarak tumpuan sebesar bentang bersih plat dan pengaruh lebar struktur balok pendukung dapat diabaikan.

Konstruksi Balok dan plat beton bertulang

Selengkapnya: TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN

Info



Berita/Artikel Tambahan

Anda bisa membukanya disini, atau bisa juga menghubungi kami.

Jayasteel

Yang Lain: